Program Studi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
276 dokumen ditemukan
Laporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Dasar di SD Negeri 21/5 Pundata Tahun Akademik 2026/2027
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan salah satu kegiatan akademik yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami dan melaksanakan proses pendidikan di lingkungan sekolah. Kegiatan PLP ini dilaksanakan di SD Negeri 215 Pundata selama periode 20 juli 2026 sampai 20 september. Pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lingkungan sekolah, pengenalan administrasi dan budaya sekolah, pendampingan murid, praktik mengajar, pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan sekolah. Selama pelaksanaan PLP, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik murid. Mahasiswa juga berkesempatan menerapkan berbagai metode, model, dan media pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Selain kegiatan pembelajaran, mahasiswa turut membantu guru dalam pengelolaan kelas, penilaian hasil belajar, serta kegiatan sekolah lainnya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa mengenai tugas dan tanggung jawab seorang guru. PLP juga membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan mengajar, kemampuan berkomunikasi, pengelolaan kelas, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Dengan demikian, kegiatan PLP menjadi sarana penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi dan kesiapan untuk melaksanakan tugas sebagai calon guru sekolah dasar.
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di UPT SDN 7 Tekolabbua Tahun Akademik 2026/2027
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan mata kuliah wajib yang bertujuan untuk membekali mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Andi Matappa dengan pengalaman praktis dan faktual di lingkungan sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan Teori Pedagogik dan Kompetensi Keguruan yang telah dipelajari ke dalam praktik pembelajaran langsung di sekolah. Kegiatan PLP Angkatan 23 Gelombang 27 ini dilaksanakan di UPT SDN 7 Tekolabbua, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, terhitung mulai tanggal 20 Juli hingga 21 September 2026. Tujuan utama pelaksanaan PLP adalah untuk membentuk calon pendidik yang profesional, berkarakter, dan memiliki kesiapan kerja yang matang melalui pembiasaan budaya sekolah, observasi dinamika kelas, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga pelaksanaan praktik mengajar terbimbing. Pada pelaksanaannya, mahasiswa diberikan bimbingan intensif oleh Ibu Rustinah, S.Pd., M.Pd., selaku DPL, Ibu Sinarti, S.Pd., Gr., selaku Kepala Sekolah, serta Ibu Nurlaela, S.Pd.SD selaku Guru Pamong. Rangkaian kegiatan PLP mencakup pembekalan awal, observasi tata kelola dan lingkungan persekolahan, perancangan Modul Ajar/RPP, praktik mengajar di kelas, hingga keterlibatan aktif dalam program ekstrakurikuler serta administrasi sekolah. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil mengintegrasikan keterampilan mengajar, pengelolaan kelas, pemanfaatan media pembelajaran, serta peningkatkan empat kompetensi dasar guru (Pedagogik, Profesional, Sosial, dan Kepribadian). Pengalaman lapangan ini menjadi fondasi yang kokoh bagi mahasiswa PLP STKIP Andi Matappa dalam mewujudkan pendidik Sekolah Dasar yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Dasar Negeri 17 Langnga Langnga Tahun Akademik 2026/2027
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Andi Matappa yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Dalam pelaksanaannya, penulis melaksanakan kegiatan PLP di UPT SDN 17 Langnga Langnga, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Pelaksanaan PLP bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai tugas dan tanggung jawab seorang guru, mulai dari mengenal lingkungan sekolah, mengamati proses pembelajaran, hingga melaksanakan praktik mengajar di kelas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mengajar, bekerja sama, berkomunikasi, dan bersikap sebagai seorang pendidik. Kegiatan PLP dilaksanakan mulai tanggal 20 Juli sampai dengan 26 September 2026. Kegiatan diawali dengan pembekalan di kampus, dilanjutkan dengan pengamatan sekolah, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar terbimbing, serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Berdasarkan hasil pelaksanaan PLP, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memahami proses pendidikan di sekolah dasar. Mahasiswa juga dapat meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengelola kelas, berinteraksi dengan peserta didik, serta bekerja sama dengan kepala sekolah, guru pamong, dan seluruh warga sekolah. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk calon guru sekolah dasar yang profesional, mampu menjalankan tugas dengan baik, dan bertanggung jawab.
LaporanLaporan Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Di Sekolah Dasar UPT SD Negeri 21 Bontorannu Tahun Akademik 2026/2027
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa merupakan mata kuliah wajib yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon guru sekolah dasar. Melalui kegiatan PLP, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran di sekolah, sekaligus meningkatkan wawasan, pengalaman mengajar, kemampuan mengelola kelas, serta memahami karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah. Program PLP dilaksanakan di SDN 21 Bontorannu pada tanggal 21 Juli sampai dengan 23 September 2026. Kegiatan PLP meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan, pembekalan, observasi, koordinasi dan persiapan mengajar, praktik mengajar, ujian praktik mengajar, serta penarikan mahasiswa. Selama pelaksanaan PLP, penulis terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di SDN 21 Bontorannu. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman dalam menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengelola kelas, serta berinteraksi dengan peserta didik dan warga sekolah. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik. Selain meningkatkan keterampilan mengajar, PLP juga membantu mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Dengan demikian, kegiatan PLP menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi guru sekolah dasar yang kompeten, profesional, dan bertanggung jawab.
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SDIT Al Hikmah Tahun Akademik 2026/2027
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ProgramStudi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Sekolah Tinggi Keguruan danIlmuPendidikan (STKIP) Andi Matappa merupakan mata kuliah wajib yangbertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalammengembangkan kompetensi sebagai calon guru sekolah dasar. Melalui kegiatan PLP, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilanyang diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran di sekolah, sekaligus meningkatkan wawasan, pengalaman mengajar, kemampuanmengelola kelas, serta memahami karakteristik peserta didik dan lingkungansekolah.Program PLP dilaksanakan di SDIT Al Hikmah pada tanggal 20Juli sampai dengan 20 September 2026. Kegiatan PLP meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan, pembekalan, observasi, koordinasi dan persiapan mengajar, praktik mengajar, ujian praktik mengajar, serta penarikan mahasiswa. Selama pelaksanaan PLP, penulis terlibat dalam kegiatan pembelajarandanberbagai kegiatan yang dilaksanakan di SDIT Al Hikmah. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman dalam menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengelola kelas, serta berinteraksi denganpeserta didik dan warga sekolah. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa kegiatanini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat dalammeningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik. Selainmeningkatkan keterampilan mengajar, PLP juga membantumengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dansosial. Dengan demikian, kegiatan PLP menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi guru sekolah dasar yangkompeten, profesional, dan bertanggung jawab.
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Persekolahan (PLP) di Sekolah Dasar 14 Bonto-bonto Tahun Akademik 2026/2027
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa merupakan mata kuliah wajib yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon guru sekolah dasar. Melalui kegiatan PLP, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran di sekolah, sekaligus meningkatkan wawasan, pengalaman mengajar, kemampuan mengelola kelas, serta memahami karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah. Program PLP dilaksanakan di SDN 14 Bonto-Bonto pada tanggal 20 Juli sampai dengan 19 September 2026. Kegiatan PLP meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan, pembekalan, observasi, koordinasi dan persiapan mengajar, praktik mengajar, ujian praktik mengajar, serta penarikan mahasiswa. Selama pelaksanaan PLP, penulis terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di SDN 14 Bonto-Bonto. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman dalam menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengelola kelas, serta berinteraksi dengan peserta didik dan warga sekolah. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik. Selain meningkatkan keterampilan mengajar, PLP juga membantu mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Dengan demikian, kegiatan PLP menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi guru sekolah dasar yang kompeten, profesional, dan bertanggung jawab
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Dasar Negeri 12 Biraeng Tahun Akademik 2026/2027
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa merupakan program mata kuliah wajib bagi mahasiswa dalam rangka peningkatan pemahaman, wawasan dan keterampilan mahasiswa. Program PLP memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman, ilmu dan jejaring (networking) dalam membangun landasan untuk kesuksesan karir sebagai calon pendidik yang profesional, serta memberikan kesempatan mahasiswa menghadapi proses pembelajaran yang nyata (real teaching) guna menerapkan kemampuan dan keterampilan dalam mengajar. Program PLP dilaksanakan pada tanggal 20 JuIi - 24 September 2026. Kegiatan PLP dibagi menjadi beberapa tahap yakni persiapan, pembekalan, observasi, koordinasi persiapan mengajar, ujian praktik mengajar, dan penarikan. Penulis juga berbagai kegiatan yang ada di UPT SDN 12 Biraeng. Hasil dari pelaksanaan PLP ini diharapkan dapat memberikan bekal yang komprehensif kepada mahasiswa, baik dari aspek pedagogik, profesional, kepribadian, maupun sosial, yang sangat krusial dalam membentuk guru SD yang kompeten dan berkarakter.
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Dasar Negeri 45 Paccelang Tahun Akademik 2026/2027
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Andi Matappa. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengenal lingkungan sekolah, memahami tugas dan tanggung jawab guru, serta mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik. Pelaksanaan PLP dilaksanakan di SDN 45 Paccelang selama periode 20 Juli sampai 20 September 2026. Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi lingkungan sekolah, pengamatan proses pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, praktik mengajar terbimbing, evaluasi pembelajaran, serta partisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran yang sesungguhnya. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga dalam meningkatkan kemampuan mengajar, keterampilan berkomunikasi, manajemen kelas, serta pemahaman terhadap karakteristik peserta didik di sekolah dasar. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai budaya sekolah dan pentingnya kerja sama antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah dalam mendukung proses pendidikan.
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Dasar UPT SDN 24 Kalibone Tahun Akademik 2026/2027
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di UPT SDN 24 Kalibone menjadi ajang bagi mahasiswa calon guru untuk mengaplikasikan teori pembelajaran secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PLP dalam meningkatkan kompetensi pedagogis mahasiswa dalam mengatasi rendahnya literasi membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLP memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang menarik, mengelola kelas yang beragam, serta memberikan bimbingan individual kepada siswa. Kendati demikian, pelaksanaan PLP juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan perbedaan antara teori dengan praktik. Untuk meningkatkan efektivitas PLP, perlu dilakukan upaya-upaya strategis seperti pengembangan program literasi yang inovatif, peningkatan kualitas pendampingan, serta keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar. Secara keseluruhan, PLP terbukti menjadi wahana yang efektif dalam mempersiapkan calon guru yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan.
LaporanLaporan Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Dasar SDN 3 Sambung Jawa Tahun Akademik 2026/2027
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Andi Matappa. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengenal lingkungan sekolah, memahami tugas dan tanggung jawab guru, serta mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik. Pelaksanaan PLP dilaksanakan di SDN 3 Sambung Jawa selama periode 20 Juli sampai 20 September 2026. Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi lingkungan sekolah, pengamatan proses pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, praktik mengajar terbimbing, evaluasi pembelajaran, serta partisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah. Selain kegiatan belajar mengajar ada beberapa program kerja dalam kegiatan PLP meliputi pembuatan video dokumenter sekolah, Pembenahan musholla, reading training (pelatihan membaca), pelatihan gerak jalan, pengadaan lomba semarak kemerdekaan, pembenahan ruang workshop, pelatihan seni tari dan angngaru, sertaa pembuatan papan nama guru berbahan akrilik. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran yang sesungguhnya. Hasil pelaksanaan PLP menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga dalam meningkatkan kemampuan mengajar, keterampilan berkomunikasi, manajemen kelas, serta pemahaman terhadap karakteristik peserta didik di sekolah dasar. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai budaya sekolah dan pentingnya kerja sama antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah dalam mendukung proses pendidikan.
Skripsi & TesisPeningkatan Pemahaman Konsep Siswa pada Mata Pelajaran IPS Menggunakan Model Mind Mapping Berbantuan Sarana Bigmap pada Siswa Kelas IV SDN 2 Lejang
Sri Nurul Amalia. 2025. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Pelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Media Bigmap Kelas IV SDN 2 Lejang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, STKIP Andi Mattappa Pembimbing I A. Zam Immawan Alam, SH., MH dan Pembimbing II Amrullah Mahmud, S.Pd.,M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh model Mind Mapping terhadap pemahaman konsep siswa pada pelajaran IPS pada kelas IV SDN 2 Lejang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing - masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Materi yang digunakan meliputi pengertian peta, fungsi peta, jenis peta, dan komponen - komponen peta. Pada siklus I pembelajaran menunjukkan keterlibatan siswa yang cukup baik dan memperoleh rata - rata nilai pemahaman konsep IPS 68,89% kendala yang ditemukan meliputi kurangnya pemahaman materi. Pada siklus II dilakukan perbaikan berupa penambahan media audio - visual, penyederhanaan intruksi dan peningkatan bimbingan guru, dan terjadi peningkatan rata - rata 80,37% menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami materi dengan baik. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model mind mapping berbantuan media bigmap mampu meningkatkan pemahaman konsep IPS siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman konsep IPS siswa setelah menerapkan model pembelajaran Mind mapping berbantuan media Bigmap pada siswa kelas IV SDN 2 Lejang.
Skripsi & TesisImplementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan Metode Preview, Read dan Review (P2R) untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN 56 Talaka
Yusril Hasbullah. 2025. Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan metode Preview Read dan Review (P2R) untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 56 Talaka. Skripsi. Pembimbing I: Amrullah Mahmud. Pembimbing II: Rustinah. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Andi Matappa. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V masih rendah. Siswa cenderung kurang fokus, cepat bosan, dan belum mampu menangkap makna teks secara mendalam. Kondisi tersebut disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang belum menarik dan belum mampu melibatkan siswa secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif, salah satunya dengan mengombinasikan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan metode Preview, Read, and Review (P2R) yang dapat menumbuhkan keaktifan, kerja sama, serta keterampilan berpikir kritis siswa dalam memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan metode P2R pada siswa kelas V SDN 56 Talaka. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa, terdiri dari 6 laki-laki dan 11 perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta angket respon siswa terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TPS dengan metode P2R dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa secara signifikan. Pada siklus I, dari 17 siswa terdapat 10 siswa (58,8%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70, sedangkan pada siklus II seluruh siswa (100%) telah mencapai KKM. Aktivitas guru meningkat dari kategori βcukupβ menjadi βbaikβ, dan aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari 77% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran termasuk dalam kategori βbaikβ dengan persentase sebesar 70,5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode Preview, Read, and Review (P2R) efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 56 Talaka. Kombinasi kedua strategi ini mendorong keterlibatan aktif siswa, memperkuat pemahaman terhadap isi bacaan, serta menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Skripsi & TesisPengaruh Pendekatan Whole Language terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN 13 Gondong Bali
ASRIYANTI, 2025. Pengaruh Pendekatan Whole Language Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN 13 Gondong Bali. Dibimbing oleh Ahmad Budi Sutrisno, dan A. Shyam Sarjani Alam, ST, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendekatan Whole Language terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 13 Gondong Bali. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penerapan Pendekatan Whole Language terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 13 Gondong Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 13 Gondong Bali tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 24 orang, dengan teknik pengambilan total sampel. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi: tes keterampilan membaca pemahaman , lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keterampilan membaca pemahaman siswa sebelum perlakuan (pretest) berada pada kategori Sangat Kurang (12,5%) dan Cukup (58%) , dengan skor rata-rata 67,92. Setelah diberikan perlakuan (posttest), skor rata-rata meningkat signifikan menjadi 86,45, yang menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 29,333. Hasil Uji Normalitas ShapiroWilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Nilai Sig ΒΏ 0,05 yaitu 0,551 pada pretest. Sedangkan nilai Sig ΒΏ 0,05yaitu 0,865 pada posttest. ngan selisih rata-rata (Mean Difference) β29.333 (Posttest lebih tinggi) dan nilai t hitung sebesar β16.808. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Pendekatan Whole Language berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 13 Gondong Bali.
Skripsi & TesisPengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Poster Digital terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN 13 Gondong Bali
RESKIYANTI, 2025. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Poster Digital Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN 13 Gondong Bali. Dibimbing oleh Rahmat Kamaruddin, dan A. Zam Immawan Alam, Program Studi Pendidikan Guru SekolahDasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan poster digital terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas III SDN 13 Gondong Bali. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang bervariasi serta rendahnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III SDN 13 Gondong Bali sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 9 laki-laki dan 12 perempuan. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar (pretest dan posttest) serta lembar observasi keterlaksanaan model PBL. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap hasil belajar siswa setelah diterapkannya model Problem Based Learning berbantuan poster digital. Nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest, dengan hasil uji-t menunjukkan t hitung > t tabel pada taraf signifikansi 0,05. Hal ini berarti terdapat pengaruh positif penerapan model Problem Based Learning berbantuan poster digital terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SDN 13 Gondong Bali. Dengan demikian, penerapan model PBL dengan dukungan media poster digital dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Skripsi & TesisPeningkatan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Berbasis Kearifan Lokal Melalui Model Pembelajaran Genre Based Apparoach pada Siswa Kelas 4 SDN 10 Lembang
Arya, 2025, Peningkatan kemampuan menulis cerita pendek berbasis kearifan lokal melalui model pembelajaran genre based apparoach pada siswa kelas 4 SDN10 Lembang Kab. Pangkep. Skripsi Dibimbing Oleh A. Shyam Sarjani Alam Dan Khareun Nisaβa Tayibu. Program Studi Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis cerita pendek berbasis kearifan lokal pada siswa kelas 4 SDN 10 Lembang. Hal tersebut terlihat dari hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, memahami struktur teks, serta mengaitkan cerita dengan konteks budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa melalui penerapan model pembelajaran genre based approach yang terintegrasi dengan muatan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas 4 SDN 10 Lembang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan tes keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis cerita pendek siswa pada setiap siklus, baik dari aspek pengembangan ide, struktur teks, penggunaan bahasa, maupun kreativitas. Peningkatan ini juga diikuti oleh meningkatnya aktivitas belajar dan rasa percaya diri siswa dalam menulis. Dengan demikian, penerapan model genre based approach berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas 4 SDN 10 Lembang, serta mampu menumbuhkan kepedulian terhadap budaya daerah.
Skripsi & TesisPenerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Sarana Animasi untuk Meningkatkan Keterampilan Bernalar Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN 8/18 Bontowa
Milatul Ilmi, 2025. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Animasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Bernalar Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI SDN 8/18 Bontowa. Dibimbing oleh Firdha Razak dan Ruri Muhammad P D, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bernalar kritis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video animasi pada siswa kelas IV sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan bernalar kritis siswa dalam memahami isi cerita dan mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan bernalar kritis, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media video animasi dapat meningkatkan keterampilan bernalar kritis siswa secara signifikan. Pada siklus I, rata-rata skor keterampilan bernalar kritis siswa mencapai 68,68% dengan kategori βCukupβ, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80,26% dengan kategori βSangat Baikβ. Peningkatan ini terlihat pula dari partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran yang lebih antusias, mampu mengidentifikasi permasalahan dalam cerita, memberikan solusi, serta menyimpulkan nilai moral dengan lebih tepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan bernalar kritis siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi cerita fabel. Model ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif yang menarik dan bermakna bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Skripsi & Tesispenerapan Model Pembelajaran Creativity Learning Berbasis Permainan Tradisional Dende-dende dalam Meningkatkan Keterampilan Berhitung Matematika Kelas IV SDN 8/18 Bontowa
Putri Damayanti, 2025. The Implementation of the Creativity Learning Model Based on the Traditional Game Dende-Dende to Improve Arithmetic Skills of Fourth-Grade Students at SDN 8/18 Bontowa. Supervised by Vivi Rosida, S.Pd., M.Pd., and Rustinah, S.Pd., M.Pd. Primary School Teacher Education Study Program, STKIP Andi Matappa. This study aims to improve the mathematical arithmetic skills of fourth-grade students at SDN 8/18 Bontowa through the implementation of the Creativity Learning model based on the traditional game Dende-Dende. This research employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects were 19 fourth-grade students of SDN 8/18 Bontowa in the 2025/2026 academic year. Data were collected through teacher and student activity observations as well as pretest and posttest assessments. The findings show that studentsβ arithmetic skills improved after the implementation of the Creativity Learning model based on the traditional game Dende-Dende. The average pretest score of 45.52% increased to 87.10% in the posttest, with an N-Gain value of 0.763, categorized as mediumβhigh. The percentage of students achieving mastery learning increased from 31.6% in Cycle I to 89.4% in Cycle II. Teacher activity reached an average of 98.4%, while student activity reached 96.8%, both categorized as very good. Thus, the implementation of the Creativity Learning model based on the traditional game Dende-Dende is proven effective in improving studentsβ arithmetic skills.
Skripsi & TesisPenerapan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN 45 Pacelang
Dewi Rezky, 2025. Penerapan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN 45 Pacelang. Skripsi dibimbing oleh A. Shyam Sarjani Alam, dan Ruri Muhammad P D. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini menelaah Penerapan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN 45 Pacelang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah Penerapan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada pembelajaran bahasa indonesia kelas IV SDN 45 Pacelang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa pada pembelajaran bahasa indonesia melalui penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) di kelas IV SDN 45 Pacelang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif terhadap 34 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas IV di SDN 45 Pacelang. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen lembar observasi, lembar tes, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan membaca pemahaman pada siklus I terdapat 2 siswa yang berada pada kategori sangat baik, 10 siswa dengan kategori baik, 15 siswa dengan kategori cukup, 7 siswa dengan kategori kurang dengan persentase keberhasilan mencapai 67%. Sedangkan pada siklus II terdapat 17 siswa yang berada pada kategori sangat baik, 6 siswa dengan kategori baik, 11 siswa dengan kategori cukup, dengan persentase keberhasilan mencapai 85%. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa pada setiap siklus terjadi peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan pada siklus II.
Skripsi & TesisPengaruh Model Pembelajaran PQ4R Berbantuan Sarana Spinning Wheel terhadap Kemampuan Memahami Tanda Baca pada Deskriptif Argument pada Siswa Kelas V SDN 8 Paccelang
Rosdiana, 2025. Pengaruh Model Pembelajaran PQ4R Berbantuan Media Spinning Wheel Terhadap Kemampuan Memahami Tanda Baca Pada Deskriptif Argument Siswa Kelas V SDN 8 Paccelang. Kemampuan memahami tanda baca pada deskriptif argument sangat penting untuk menyusun kalimat yang logis, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca. Skripsi dibimbing oleh Firdha Razak dan Rustinah. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Model Pembelajaran PQ4R Berbantuan Media Spinning Wheel terhadap Kemampuan Memahmai Tanda Baca Pada Deskriptif Argument Siswa Kelas V SDN 8 Paccelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan pra-eksperimental terhadap 27 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas V di SDN 8 Paccelang. Pengumpulan data dengan menggunakan instrument tes, observasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial, yaitu uji normalitas dan uji hipotesis (uji t). Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat dari hasil analisis deskriptif pretest berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata (mean) yang diperoleh sebesar 57,59 dan posttest berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata (mean) yang diperoleh sebesar 84,81. Sedangkan hasil analisis inferensial diperoleh bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,001 artinya lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 ( 0,001 β€ 0,05 ) maka disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima ini berarti terdapat pengaruh model pembelajaran PQ4R berbantuan media Spinning Wheel terhadap kemampuan memahami tanda baca pada deskriptif argument siswa kelas V SDN 8 Paccelang.
Skripsi & TesisPeningkatan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Metode Bermain Peran pasa Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN 32 Ulubatu
St. Aisyah, 2025. Peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia kelas III SDN 32 Ulubatu. Skripsi ini dibimbing oleh A. Zam Immawan Alam dan Ruri Muhammad PD. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini menelaah peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia kelas III SDN 32 UluBatu. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada pembelajaran bahasa indonesia kelas III SDN 32 Ulubatu. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia kelas III SDN 32 Ulubatu. Peneliti menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas (PTK) terhadap 18 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas III SDN 32 Ulubatu. Pengumpulan datta dengan menggunakan instrument observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa setelah menerapkan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa lndonesia kelas III SDN 32 Ulubatu.