Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Sarana Animasi untuk Meningkatkan Keterampilan Bernalar Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN 8/18 Bontowa
Abstrak
Milatul Ilmi, 2025. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Animasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Bernalar Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI SDN 8/18 Bontowa. Dibimbing oleh Firdha Razak dan Ruri Muhammad P D, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bernalar kritis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video animasi pada siswa kelas IV sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan bernalar kritis siswa dalam memahami isi cerita dan mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan bernalar kritis, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media video animasi dapat meningkatkan keterampilan bernalar kritis siswa secara signifikan. Pada siklus I, rata-rata skor keterampilan bernalar kritis siswa mencapai 68,68% dengan kategori “Cukup”, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80,26% dengan kategori “Sangat Baik”. Peningkatan ini terlihat pula dari partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran yang lebih antusias, mampu mengidentifikasi permasalahan dalam cerita, memberikan solusi, serta menyimpulkan nilai moral dengan lebih tepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan bernalar kritis siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi cerita fabel. Model ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif yang menarik dan bermakna bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.