Tahun: 2024
108 dokumen ditemukan
Pengembangan Model Layanan Bimbingan Klasikal Dalam Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan (Intoleransi, kekerasan seksual dan perundungan) Di SMA Negeri 1 Pangkep
Fadlil Khaery Ahmad, 2024. Pengembangan Model Layanan Bimbingan Klasikal Dalam Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan (Intoleransi, kekerasan seksual dan perundungan) Di SMA Negeri 1 Pangkep. Skripsi dibimbing oleh Ahmad Yusuf, dan A.Muh.Ramadhan AS, Program Studi Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menelaah model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 pangkep. Masalah utama penelitian ini adalah : (1) bagaimana bentuk desain model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 Pangke, (2) bagaimana kevalidan dan kepraktisan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkep, (3) bagaimana efektivitas model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkep. Tujuan penelitian ini yaitu untuk : (1) untuk mengetahui bentuk desain model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkep, (2) untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besae pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkep, (3) untuk mengetahui efektivitas model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkep. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan peneliian pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall, dengan melibatkan 8 orang subjek. Produk yang dikembangkan Telah diuji oleh 4 orang ahli yaitu ahli materi dan praktisi. Dengan menggunakan instrument berupa wawancara dan angket, adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif, analisis data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Panduan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa pendidikan sangat dibutuhkan siswa,mengingat belum terdapat media ataupun panduan sebelumnya yang digunakan oleh konselor di sekolah SMA Negeri 1 Pangkep dalam membantu siswa dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan (intoleransi, kekerasan seksual dan perundungan), (2) Bentuk Panduan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa pendidikan terdiri dari enam sesi, dilengkapi dengan prosedur pelaksanaan yang cukup jelas, berisi materi yang terkait pencegahan tiga dosa besar pendidikan, serta berisi lembar kerja disetiap akhir sesi, (3) Panduan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa pendidikan telah melalui uji coba akseptabilitas dan uji validasi oleh dua ahli dan dinyatakan valid serta dapat diterapkan disekolah SMA Negeri 1 Pangkep, (4) Panduan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa pendidikan dalam pelaksanaanya dikatakan efektif karena berdasarkan pada uji wilcoxon (uji Z) yang telah dilakukan memberikan pengaruh positif terhadap pencegahan tiga dosa besar pendidikan.
Skripsi & TesisPenerapan self-control dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang
GLORIA ENJELS KUAGA, 2024. Penerapan self-control dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang. Skripsi dibimbing oleh Ahmad Yusuf, S.Pd,M.Pd sebagai pembimbing I dan A. Muh. Ramadhan AS, S.Pd,M.Pd sebagai pembimbing II. Masalah utama penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran penerapan Teknik self control dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang?, (2) Bagaimana gambaran tingkat kecanduan penggunaan aplikasi TikTok sebelum dan sesudah penerapan teknik self control pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang?, (3) Apakah ada pengaruh penerapan Teknik self control dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: (1) Untuk mengetahui gambaran tingkat sebelum dan sesudah penerapan self control dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang, (2) Untuk mengetahui gambaran penerapan Teknik self control dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang, (3) Untuk mengetahui pengaruh penerapan self control dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan eksperimen terhadap 10 sampel penelitian yang merupakan siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Labakkang. Jumlah populasi pada penelitian ini 89 siswa, dan sampel sebanyak 10 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket dan observasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial, yaitu uji-Z. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Tingkat kecanduan penggunaan aplikasi TikTok sebelum penerapan teknik self control pada siswa berada pada kategori sangat tinggi dan setelah penerapan teknik self control pada kecanduan penggunaan aplikasi TikTok berada pada kategori rendah, (2) Gambaran penerapan teknik self control di SMP Negeri 2 Labakkang dilakukan menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self control yang dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok yang dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dengan pedoman pada skanario yang telah disusun dan disesuaikan dengan langkah-langkah self control yang diterapkan, (3) Penerapan teknik self control menggunakan konseling kelompok berpengaruh dalam mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok pada siswa SMP Negeri 2 Labakkang. Artinya penggunaan self control ini efektif digunakan pada siswa di SMP Negeri 2 Labakkang dalam hal mengurangi kecanduan penggunaan aplikasi TikTok.
Skripsi & TesisPenerapan Konseling Realita Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Di SMA Negeri 3 Pangkep
INDASARI, 2024. Penerapan Konseling Realita Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Di SMA Negeri 3 Pangkep. Dibimbing oleh: Andi Aztri Fithrayani Alam, sebagai pembimbing 1 dan Ahmad Yusuf sebagai pembimbing 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah β1) Bagaimana gambaran penerapan konseling realitas dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMA Negeri 3 Pangkep? 2) Bagaimana gambaran tingkat kepercayaan diri sebelum dan sesudah penerapan konseling realitas di SMA Negeri 3 Pangkep? 3) Apakah ada peningkatan kepercayaan diri siswa setelah diberikan konseling realitas di SMA Negeri 3 Pangkep? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui gambaran penerapan konseling realitas dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMA Negeri 3 Pangkep. 2) Untuk mengetahui gambaran tingkat kepercayaan diri sebelum dan sesudah penerapan konseling realitas di SMA Negeri 3 Pangkep. 3) Untuk mengetahui apakah ada peningkatan kepercayaan diri siswa setelah diberikan konseling realitas di SMA Negeri 3 Pangkep. Sampel penelitian sebanyak 31 orang siswa di SMA Negeri 3 Pangkep. Pendekatan penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian kuantitatif. Untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Gambaran penerapan konseling realitas dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMA Negeri 3 Pangkep yaitu terlihat ada peningkatan kepercayaan diri setelah tiga kali pemberian konseling realita dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa 2) Efektivitas pelaksanaan konseling realita dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa SMA Negeri 3 meningkat disetiap pertemuan, hal ini terbukti dari hasil observasi yang dilakukan dimana pada pertemuan pertama berada pada kategori sedang dan meningkat pada kategori tinggi dipelaksanaan kedua dan pada pertemuan ketiga pelaksanaan konseling realita meningkat menjadi sangat tinggi, atau antusias dalam mengikuti kegiatan konseling realita. 3) Ada peningkatan kepercayaan diri siswa setelah diberikan konseling realitas di SMA Negeri 3 Pangkep hal ini terbukti dari hasil angket sebelum diberikan konseling realita terdapat 25 orang siswa atau 80,64% siswa berada pada kategori sedang dan meningkat setelah diberikan konseling realita yaitu 25 orang siswa berada pada kategori tinggi, dan observasi pada saat pemberian konseling realita terlihat bahwa pada awal pertemuan terdapat siswa yang tidak antusias dalam mengikuti konseling realita dan meningkat pada pertemuan ketiga yaitu siswa mulai antusias dalam mengikuti kegiatan konseling realita. Hal ini juga diperkuat dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > - ttabel, yaitu 7.627 > 0,05. Sehingga hipotesis diterima. Artinya pada tingkat kepercayaan 99% pernyataan bahwa Penerapan konseling realita dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa SMA Negeri 3 Pangkep, dapat diterima.
Skripsi & TesisPenerapan teknik self talk untuk meningkatkan kesadaran diri siswa pada SMP Negeri 3 Minasatene
SUKMAWATI, 2024. Penerapan teknik self talk untuk meningkatkan kesadaran diri siswa pada SMP Negeri 3 Minasatene. Dibimbing oleh: Ibu Nurhidayatullah D, sebagai pembimbing 1 dan Bapak A. Muh. Ramadhan, sebagai pembimbing 2. Rumusan dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimanakah kesadaran diri siswa sebelum penerapan teknik self talk di SMP Negeri 3 Minasatene? 2) Bagaimanakah kesadaran diri siswa setelah penerapan teknik self talk di SMP Negeri 3 Minasatene? 3) Apakah teknik self talk dapat meningkatkan kesadaran diri pada siswa SMP Negeri 3 Minasatene? Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui kesadaran diri siswa sebelum penerapan teknik self talk di SMP negeri 3 Minasatene. 2) Untuk mengetahui kesadaran diri siswa setelah penerapan teknik self talk di SMP Negeri 3 Minasatene. 3) Untuk mengetahui apakah teknik self talk dapat meningkatkan kasadaran diri pada siswa SMP Negeri 3 Minasatene. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dengan sampel penelitian sebanyak 10 siswa. Pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, hipotesis dalam penelitian yang berbunyi β1) Kesadaran diri siswa sebelum penerapan teknik self talk di SMP Negeri 3 Minasatene tidak baik. 2) Kesadaran diri siswa setelah penerapan teknik self talk di SMP Negeri 3 Minasatene baik. 3) Teknik self talk dapat meningkatkan kesadaran diri pada siswa SMP Negeri 3 Minasatene sangat baik. Dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Kesadaran diri siswa sebelum penerapan teknik self talk di SMP Negeri 3 Minasatene berada pada kategori βRendahβ.2) Kesadaran diri setelah penerapan teknik self talk di SMP Negeri 3 Minasatene meningkat menjadi βSangat Tinggiβ. 3) Teknik self talk dapat meningkatkan kesadaran diri pada siswa SMP Negeri 3 Minasatene, dimana kelebihan teknik self talk untuk menyelesaikan permasalahan yang masih tertunda dan belum bisa diselesaikan, maka dengan teknik ini terlihat bahwa siswa SMP Negeri 3 Minasatene mengalami peningkatakan kesadaran diri setelah mengikuti teknik self talk.
Skripsi & TesisPenerapan Model Pembelajaran Time Token berbantuan Sarana Canva Untuk Meningkatkan Keaktifan Berbicara siswa SDN 24 Taraweang
Aprilia Ningsih, 2024. Penerapan Model Pembelajaran Time Token berbantuan Media Canva Untuk Meningkatkan Keaktifan Berbicara siswa SDN 24 Taraweang. Skripsi dibimbing oleh A.Aztri Fithrayani Alam dan Vivi Rosida Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini menelaah Penerapan Model Pembelajaran Time Token berbantuan Media Canva Untuk Meningkatkan Keaktifan Berbicara siswa SDN 24 Taraweang. Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran time token berbantu objek canva dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan berbicara peserta didik, khususnya pada siswa kelas V SDN 24 Taraweang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (ptk) terhadap 18 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas V di SDN 24 Taraweang. Pengumpulan data dengan menggunakan tes kemampuan berbicara dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. siklus yang dirancang untuk mengamati, merencanakan, bertindak, dan merefleksikan hasil dari tindakan yang dilakukan. Setiap siklus biasanya terdiri dari beberapa tahap, termasuk pengumpulan data yang penting untuk evaluasi dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil adanya menunjukkan pada siklus I pemahaman siswa rata-rata nilai keterampilan pada siklus I pertemuan I,II,III mencapai 47,41 dengan kategori buruk.Penerapan model time token menunjukkan peningkatan keaktifan berbicara siswa setelah di berikan Tindakan pada siklus II. Peningkatan keaktifan berbicara siswa ditunjukkan dengan peningkatan perolehan rata-rata nilai pada siklus II mencapai 82,86 sehingga dapat disimpulkan bahwa model pmbelajaran time token berbantuan media canva dapat membuat keaktifan berbicara siswa meningkat.
Skripsi & TesisAnalisis Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Ditinjau Dari Gender di SMPN 1 Mandalle
SARI, WANDA MAULIDYA (2024). Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Ditinjau dari Gender di SMPN 1 Mandalle. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa Pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan literasi numerasi peserta didik ditinjau dari gender di SMPN 1 Mandalle pada materi Aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 1 Mandalle tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 11 orang, terdiri dari 5 peserta didik laki-laki dan 6 peserta didik perempuan. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan literasi numerasi berbentuk uraian (essay) sebanyak 6 butir soal yang disusun berdasarkan indikator literasi numerasi, serta didukung oleh lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata, persentase, dan kualifikasi tingkat kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tes kemampuan literasi numerasi peserta didik berada pada angka 63,67 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 29. Berdasarkan analisis ketuntasan hasil belajar, terdapat 3 peserta didik yang dinyatakan tuntas (nilai $\ge$ 80), yaitu 1 orang peserta didik laki-laki (nilai 90), 1 orang peserta didik perempuan (nilai 90), dan 1 orang peserta didik perempuan lainnya (nilai 80). Secara keseluruhan, kemampuan literasi numerasi antara peserta didik laki-laki dan peserta didik perempuan cenderung seimbang dan menunjukkan karakteristik yang serupa. Baik peserta didik laki-laki maupun perempuan yang berkemampuan tinggi mampu memenuhi indikator literasi numerasi dengan sangat baik, meliputi kemampuan menggunakan simbol, menganalisis informasi dari grafik/tabel/diagram, serta menyimpulkan hasil penyelesaian masalah secara tepat.
Skripsi & TesisPenerapan Model Pembelajaran Time Token Berbantuan Sarana Canva untuk Meningkatkan Keaktifan Berbicara Siswa Kelas V SDN 24 Taraweang
Nuraena, 2024. Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskriptif Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Siswa Kelas V SDN 11 KALUKALUKUANG. Skripsi dibimbing oleh Shyam Sarjani Alam dan Khaerun nisaβa Tayyibu, Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk meningkatkan kemampuan Menulis Teks Deskriptif siswa kelas V SDN 11 KALUKALUKUANG melalui model pemelajaran berbasis proyek. Masalah utama penelitian ini adalah: Pembelajaran kemampuan menulis teks deskriptif masih rendah. Sehingga perlu adanya model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif. Model yang digunakan yaitu model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas V SDN 11 KALUKALUKUANG. Penelitian ini dilakukan terhadap 14 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas V SDN 11 KALUKALUKUANG. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen dan observasi. Analisis data dengan tes kemampuan menulis teks deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas V SDN 11 KALUKALUKUANG sebelum diberi soal tes kemampuan menulis teks deskriptif berada pada kategori cukup, (2) Kemampuan berhitung permulaan siswa kelas V mengalami peningkatan setelah diberikan soal tes kemampuan menulis teks deskriptif menggunakan model pembelajaran berbasis proyek persentase 85% yang berada pada kategori baik.
Skripsi & TesisPeningkatan Motorik Siswa Melalui Pembelajaran Seni Tari Layang-layang Menggunakan Metode Drill and Practice Kelas IV SDN 1 Labakkang
Tenri Dayang, 2024. Peningkatan Motorik Siswa Melai Pembelajaran Seni Tari Layang-layang Menggunakan Metede Drill and Practice Kelas IV SDN 1 Layang-layang. Skripsi dibimbing oleh A.Shyam Sarjani Alam dan khaerun Nisaa Tayibu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (ptk) terhadap 20 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas IV di SDN 1 Labakkang. Pengumpulan data dengan menggunakan tes latihan motorik dalam seni tari layang-layang dan observasi keterlaksanaan pembelajaran guru serta siswa. siklus yang dirancang untuk mengamati, merencanakan, bertindak, dan merefleksikan hasil dari tindakan yang dilakukan. Setiap siklus biasanya terdiri dari beberapa tahap, termasuk pengumpulan data yang penting untuk evaluasi dan pengambilan keputusan. Tahap tersebut merupakan siklus yang berlangsung secara diulang untuk meningkatkan motorik siswa melalui seni tari menggunakan metode drill and practice. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan kemampuan motorik siswa melalui seni tari layang-layang mengalami peningkatan. Peningkatan kemamuan motorik terlihat dari aspek kekuatan, kelincahan, koordinasi, dan fleksibilitas. Peningkatan tersebut dapat dilihat melalui siklus yang telah ditentukan. penelitian siklus I sebesar 59,50% dan pada siklus II didapat persentase peningkatan kemampuan motorik siswa pada pembelajaran seni tari layang-layang yaitu menjadi 90,75%. Dari hasil data penelitian pada akhir siklus II penelitian ini dikatakan berhasil karena telah mencapai indikator keberhasilan dengan begitu dapat dikatakan bahwa melalui metode drill and practice dalam pembelajaran seni tari layang-layang dapat meningkatkan motorik siswa di kelas IV SDN 1 Labakkang.