Pengaruh Metode Belajar Game Based Learning Berbantuan Quizizz terhadap Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN 8/18 Bontowa
Abstrak
Samsinar, 2025. Pengaruh Metode Belajar Game Based Learning berbantuan Quizizz Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN 8/18 Bontowa. Skripsi ini di bombing oleh Pattola Muhajir dan Ruri Muhammad P D, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode belajar Game Based Learning berbantuan Quizizz terhadap motivasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 8/18 Bontowa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang disebabkan oleh metode pengajaran konvensional yang kurang menarik, serta tantangan dalam memanfaatkan teknologi untuk tujuan edukasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasieksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dan Sampel adalah 26 siswa kelas V SDN 8/18 Bontowa. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar yang diberikan sebagai pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji-t untuk pengujian hipotesis, dan uji N-Gain untuk mengukur peningkatan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, sebagian besar siswa memiliki motivasi belajar Bahasa Indonesia pada kategori rendah hingga cukup. Setelah penerapan metode Game Based Learning berbantuan Quizizz, terjadi peningkatan motivasi belajar yang signifikan, dengan 100% siswa mencapai kategori motivasi tinggi pada posttest (skor 70-78). Uji hipotesis juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan dari penggunaan media interaktif Quizizz terhadap motivasi belajar siswa (sig 0.05, dengan peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia berada dalam kategori sedang berdasarkan uji N-Gain. Dapat disimpulkan bahwa metode Game Based Learning berbantuan Quizizz efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 8/18 Bontowa, karena menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan, dan aktif. Pendekatan ini sangat sesuai untuk pembelajaran Bahasa Indonesia yang sering dianggap membosankan jika disampaikan secara konvensional.