Penerapan Teknik Konseling Empty Chair Dalam Mengurangi Perilaku Bullying Verbal di MTs DDI Bowong Cindea
Abstrak
ABD RAHIM, 2025, Penerapan Teknik Konseling Empty Chair Dalam Mengurangi Perilaku Bullying Verbal di MTs DDI Bowong Cindea. Skipsi Di Bimbing Oleh Pembimbing 1. A.Aminullah Alam dan 2. Wahyu Nurhamzah, Program Studi Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menelah Penerapan Teknik Konseling Empty Chair Dalam Mengurangi Perilaku Bullying Verbal Di MTs DDI Bowong Cindea. Masalah utama penelitian ini Adalah : (1) bagaimana gambaran pelaksanaan Teknik konseling empty chair pada siswa dan siswi MTs DDI Bowong Cindea. (2) Bagaimana gambaran perilaku Bulyying Verbal sebelum dan sesudah menggunakan teknik konseling empty chair pada siswa dan siswi MTs DDI Bowong Cindea. (3) Apakah ada pengaruh Teknik konseling empty chair dalam mengatasi perilaku bullying verbal di MTs DDI Bowong Cindea. Tujuan Penelitian Ini Yaitu untuk (1) Untuk Mengetahui Gambaran pelaksanaan tehknik empty chair pada siswa dan siswi MTs DDI Bowong Cindea. (2) Untuk mengetahui gambaran perilaku Bulyying Verbal sebelum dan sesudah menggunakan teknik konseling empty chair pada siswa dan siswi MTs DDI Bowong Cindea. (3) Untuk Mengetahui Apakah ada pengaruh Teknik konseling empty chair dalam mengatasi perilaku bullying verbal di MTs DDI Bowong Cindea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen dengan desain One group pretest-postest terhadap 32 orang sampel pada siswa kelas IX MTs DDI Bowong Cindea. Jumlah populasi pada penelitian ini 92 siswa dan sampe 32 yang di pilih dengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument angket dan observasi. Analisis data menggunakan presentase dan analisis statistic infferensial. Yaitu t-tet. Hasil Penelitian ini menujukkan bahwa ; Penerapan teknik konseling Empty Chair selama delapan pertemuan berhasil membantu siswa memahami dampak bullying verbal, meningkatkan empati, serta mengubah pola komunikasi menjadi lebih positif. Melalui proses refleksi, eksplorasi perasaan, dan latihan perilaku, siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik, yang diperkuat dengan hasil posttest.