Penerapan Model Pembelajaran Basic Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Di Kelas IV SDN 11 Kalu-kalukuang
Abstrak
SINTA, 2024. Penerapan Model Pembelajaran Basic Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Di Kelas IV SDN 11 Kalu-kalukuang. Skripsi dibimbing oleh Amrullah Mahmud dan Arifin Dia, Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA dengan materi sifat dan perubahan wujud benda melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Masalah utama penelitian ini adalah: Pembelajaran IPA materi Sifat dan Perubahan Wujud Benda di Kelas IV, belum mencapai hasil yang maksimal masih banyak ditemui kendala. Sehingga perlu adanya Model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui materi perubahan wujud benda siswa kelas IV SDN 11 Kalu-kalukuang. Penelitian ini dilakukan terhadap 14 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas IV SDN 11 Kalu-kalukuang. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen observasi, dokumentsi, dan data tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan secara deskriptif untuk mendeskripsikan ketuntasan berpikir kritis siswa yaitu tes kemampuan berpikir kritis siswa untuk setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kemampuan berpikir kritis siswa materi perubahan wujud benda kelas IV SDN 11 Kalu-kalukuang mengalami peningkatan setelah diberikan soal tes kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan persentase 90 % yang berada pada kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa disetiap siklusnya. Pada siklus I sebanyak 11 siswa berada pada kategori belum tuntas dan 3 siswa berada pada kategori belum tuntas atau nilai rata-rata 78%. Sedangkan pada siklus II dari 14 siswa berada pada kategori tuntas semua dengan nilai rata-rata 82,85%.