Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 20 Mandalle
Abstrak
Nur Asisa, 2024. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Dalam Meningkatakan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 20 Mandalle. Skripsi dibimbing oleh Pattola Muhajir dan Rustinah, Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan aktivitas belajar IPA siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dalam pembelajaran IPA kelas V di SDN 20 Mandalle.(2) meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dalam pembelajaran IPA kelas V di SDN 20 Mandalle. Masalah utama penelitian ini adalah: Aktivitas dan hasil belajar IPA siswa Kelas V masih rendah. Sehingga perlu adanya model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 20 Mandalle. Penelitian ini dilakukan terhadap 20 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas V SDN 20 Mandalle. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket observasi,dan dokumentasi. Analisis data angket respon siswa, tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think pair share meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 20 Mandalle. Hal ini dibuktikan pada data hasil belajar siswa pada siklus I sebanyak 11 siswa berada pada kategori tuntas dengan persentase skor 55 % dan 9 siswa berada pada kategori belum tuntas dengan persentase skor 45 %. Sedangkan pada siklus II sebanyak 18 siswa berada pada kategori tuntas dengan persentase skor 90 % dan 2 siswa berada pada kategori belum tuntas dengan persentase skor 10 %. Berdasarkan hasil belajar siswa siklus I dan siklus II maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 20 Mandalle.Pada data observasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan 1 persentase skor yang diperoleh siswa adalah 83 %, pertemuan 2 adalah 85 %, dan pertemuan 3 adalah 88 % masuk pada kriteria baik. Sedangkan pada siklus II pertemuan 1 persentase skor yang diperoleh siswa adalah 88 % dan pada pertemuan 2 adalah 89 %, pertemuan 3 adalah 95 % dan masuk pada kriteria sangat baik. Berdasarkan observasi aktivtas siswa siklus I dan siklus II maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar IPA siswa kelas V SDN 20 Mandalle