Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Dengan Menggunakan Video Pembelajaran Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Negeri 2 Labakkang
Abstrak
GUSNIARNI, 2024. Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Dengan Menggunakan Video Pembelajaran Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Negeri 2 Labakkang. Skripsi Dibimbing Oleh Vivi Rosida, S.Pd., M.Pd. dan Ir. Herman Alimuddin, S.Pd.,M.M. Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan Menggunakan Video Pembelajaran Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen One Group Pretestβ Posttest Design. Populsi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Labakkang yang berjumlah 180 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu seluruh siswa kelas VII 1 sebanyak 25 siswa tahun ajaran 2023/2024. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan menggunakan video pembelajaran sebesar 33,68 dengan standar deviasi 4,767 sedangkan skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa setelah penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan menggunakan video pembelajaran sebesar 75,32 dengan standar deviasi 6,019. Hasil analisis statistika inferensial dengan uji t-test menggunakan paired t-test menunjukkan t hitung>ΒΏ t tabel (2,063>β32,552) yang dalam artian bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum dan setelah penerapan model Creative Problem Solving (CPS) dengan data berdistribusi normal menggunakan uji normalitas. Selanjutnya uji Gain Ternormalisasi diperoleh hasil 0,8 yang menunjukkan berada dalam kategori tinggi 0,3 β€ g < 0,8 sehingga dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.