Analisis Tantangan Implementasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Minasatene
Abstrak
Analisis Tantangan Implementasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Minasatene. Skripsi ini dibimbing oleh A. Zam Immawan Alam, SH., MH dan Khaerun Nisaa Tayyibun, S.Pd.,M.Pd. program studi penelitian ini mendiskripsikan tantangan implementasi Nilai Nilai Profil Pelajar Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Pada Kurikulum Merdeka Belajar di Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Andi Matappa. Kelas IV SDN 23 Japing-Japing dan SDN 24 Kalibone. Fokus utama penelitian ini berfokus kepada tantangan yang dihadapi dalam menerapkan implementasi nilai-nilai profil pelajar pancasila tema gaya hidup berkelanjutan pada kurikulum merdeka belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tantangan yang dihadapi dalam menerapkan implementasi nilai-nilai profil pelajar pancasila tema gaya hidup berkelanjutan pada kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus terhadap 8 orang yang terdiri dari 2 kepala sekolah, 2 guru walikelas IV dan 4 orang siswa kelas IV pada dua sekolah yaitu SDN 23 Japing-Japing dan SDN 24 Kalibone.pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Tantangan Implementasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Kurikulum Merdeka Belajar pada tingkat sekolah dasar Kecamatan Minasatene, dapat peneliti simpulkan sebagai berikut: teradapat tantangan yang sama dialami oleh 2 sekolah yaitu SDN 23 Japing-Japing dan SDN 24 Kalibone kurangnya motivasi belajar siswa yang belum memahami sepenuhnya tentang tema P5 tersebut terlebih lagi terhadap kegiatan Pemanfaatan Barang Bekas Tema Gaya Hidup Berkelanjutan ini, Pemahaman siswa yang masih belum memahami sepenuhnya dampak buruk sampah atau barang bekas plastik bagi lingkungan sekitarnya, Komunikasi antar siswa yang kurang baik pada saat kegiatan Pemanfaatan Barang Bekas Tema Gaya Hidup Berkelanjutan berlangsung, Kurangnya biaya atau dana untuk mendukung kegiatan Pemanfaatan Barang Bekas Tema Gaya Hidup Berkelanjutan ini, Kurangnya pemahaman siswa atau kurangnya kosakata yang dimiliki siswa terhadap penjelasan guru walikelasnya tentang kegiatan Pemanfaatan Barang Bekas Tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Belum banyaknya pengetahuan guru walikelas tentang kegiatan Pemanfaatan Barang Bekas Tema Gaya Hidup Berkelanjutan ini, Tantang berupa inovasi yang akan dilakukan pihak sekolah yang melibatkan guru dan siswa dan Tantangan kedisiplinan siswa pada saat kegiatan P5 tema gaya hidup berkelanjutan berlangsung.