Penerepan teknik assertive training untuk mengatasi perilaku apatis siswa di SMP Negeri 1 Minasatene
Abstrak
PUTRI AMALIA RAMADHANI, 2023. Penerepan teknik assertive training untuk mengatasi perilaku apatis siswa di SMP Negeri 1 Minasatene. Dibimbing oleh bapak Muh.Ilham Bakhtiar,S.Pd.,M.Pd. sebagai pembimbing 1 dan ibu A. Aztri Fithrayani Alam .S.Pd, S.H,M.H sebagai pembimbing 2. Program Studi Bimbingan Konseling, Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana gambaran pelaksanaan teknik assertive training untuk mengatasi perilaku apatis pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Minasatene? 2) Bagaimana gambaran tingkat assertive training sebelum dan sesudah mengatasi perilaku apatis siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Minasatene? 3) apakah ada pengaruh teknik assertive training untuk mengatasi perilaku apatis pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Minasatene?. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui gambaran penerepan teknik assertive training dalam mengatasi perilaku apatis pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Minasatene. 2) untuk mengetahui gambaran penerapan teknik assertive training siswa sebelum dan sesudah mengatasi perilaku apatis pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Minasatene. 3) untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan teknik assertive training untuk mengatasi perilaku apatis pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 minasatene. Jenis penelitian ini yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penlitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian eksperimen, dimana jumlah populasi berjumlah 182 siswa dan jumlah sampel 60 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrument angket yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis statistic inferensial dan uji T. Hasil penelitian penerapan teknik assertive training dalam kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan pre-test berada pada kategori “sangat tinggi” dan “tinggi”, dan setelah di terapkan teknik assertive training selama 4 kali pertemuan, post-test berada pada kategori “rendah” dan “sangat rendah”, sehingga hasilnya signifikasikan. Sedangkan kelompok kontrol pre-test berada pada kategori “sangat tinggi”dan “tinggi” dan setelah diberikan post-test berada pada kategori ”sangat tinggi”, “tinggi” dan “rendah”, sehingga hasilnya tidak signifikasikan. Berdasarkan hasil uji independent sample test kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan ada perubahan perilaku apatis siswa. Sedangkan kelompok kontrol ada perubahan namun tidak signifikasikan. Hal ini berarti bahwa penerapan teknik assertive training yang dilakukan selama 4 kali pertemuan efektif dalam mengatasi perilaku apatis siswa di SMP Negeri 1 Minasatene.