Implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan sarana interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Sambung Jawa Kecamatan Bungoro. Kabupaten Pangkep.
Abstrak
Sasmianti Aprilia 2024, Implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Sambung Jawa Kecamatan Bungoro. Kabupaten Pangkep, Skripsi. Dibimbing oleh Rustinah dan H. Arifin Dia, Program Studi pendidikan guru sekolah dasar, STKIP Andi Matappa Pangkep. Penelitian ini menelaah Implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Sambung Jawa. Masalah utama penelitian ini adalah Apakah ada peningkatan dengan mengimplementasikan model Problem Based Learnig (PBL) berbantuan media interaktif terhadap motivasi belajar dan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS di SDN 3 Sambung Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) terhadap 22 subjek penelitian yang merupakan siswa kelas IV SDN 3 Sambung Jawa. Pengumpulan data dengan menggunakan Lembar Observasi, Angket Motivasi Belajar dan Tes Hasil Belajar Siswa. Analisis data menggunakan analisis jumlah nilai, rata-rata dan presetase dari nilai siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar dalam pelajaran IPAS pada siswa kelas IV di SDN 3 Sambung Jawa berhasil. Hal ini dapat dilihat adanya peningkatan dari Siklus I sampai Siklus II menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa pada Siklus I motivasi belajar siswa adalah 58,03%, dan tes hasil belajar siswa adalah 50%. Pada Siklus II motivasi belajar siswa adalah 82,12% dan tes hasil belajar siswa adalah 86,36%. Dari hasil tersebut dapat dilihat dari interval yang ditentukan pada motivasi belajar siswa Siklus I siswa mendapatkan cukup 54,55%, dan siswa mendapatkan rendah 45,45% dan tes hasil belajar siswa mencapai KKM adalah hanya 11 siswa yang memiliki nilai diantara 70-79. Sedangkan pada Siklus II siswa mendapatkan tinggi 63,64%, siswa mendapatkan cukup 22,73% dan siswa mendapatkan rendah 13,64% dan tes hasil belajar siswa mencapai KKM adalah 19 siswa yang memiliki nilai diantara 80- 100. Dari perhitungan rata-rata dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa Siklus I diperoleh nilai rata-rata 59,09. Kemudian mengalami peningkatan sebesar 22,05 dimana kemampuan siswa dalam menjawab soal tes hasil belajar pada Siklus II diperoleh nilai rata-rata 81,14.