Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Karangan Dengan Menggunakan Strategi Critical Incident Pada Siswa Kelas V SD Negeri 51 Toli- Toli Kecamatan
Abstrak
Saleha 2022, Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Karangan Dengan Menggunakan Strategi Critical Incident Pada Siswa Kelas V SD Negeri 51 Toli- Toli Kecamatan. Pangkajene Kabupaten. Pangkep, Skripsi. Dibimbing oleh A.Aminullah Alam dan Rahmat Kamaruddin, Program Studi pendidikan guru sekolah dasar, STKIP Andi Matappa Pangkep. Penelitian ini menelaah Peningkatan Strategi Critical Incident hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Materi karangan kelas V SDN 51 Toli-Toliβ. Masalah utama penelitian ini adalah Apakah strategi Critical Incident dapat Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia Materi karangan pada kelas V SDN 51 Toli-Toli. Penelitian ini pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) terhadap 12 subjek penelitian yang merupakan siswa kela V di SDN 51 Toli-Toli. Pengumpulan data dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa, Lembar Observasi dan Tes Hasil belajar Siswa. Analisis data menggunakan analisis jumlah nilai, rata-rata, dan persentase dari nilai siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan Penggunaan strategi critical incident dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi karangan pada siswa kelas V di SDN 51 Toli-Toli berhasil. Hal ini dapat dilihat dari Siklus I sampai Siklus II menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa indikator ketercapaian penelitian ini di atas yang harus dipenuhi siswa belum tercapai pada siklus I. Pada Siklus I hasil belajar siswa dalam materi karangan adalah 16,67% siswa mendapatkan tinggi, 25% siswa mendapatkan cukup, 16,67% siswa mendapatkan kurang, dan 41,67% siswa mendapatkan nilai Sangat kurang. Pada Siklus II kemampuan siswa dalam menjawab soal tes hasil belajar adalah 75% siswa mendapatkan sangat tinggi, 17% siswa mendapatkan tinggi, dan 8% siswa mendapatkan nilai yang cukup. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa siswa yang mampu mencapai indikator keberhasilan secara Individu pada siklus pertama adalah hanya 2 siswa yang memiliki nilai diantara 70-100. Sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 11 orang siswa yang mampu mencapai indikator keberhasilan secara Individu yaitu memperoleh nilai diantara 70-100. Dari perhitungan rata-rata dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa Siklus I diperoleh nilai rata-rata 54,9. Kemudian mengalami peningkatan sebesar 34 dimana kemampuan siswa dalam menjawab soal tes hasil belajar pada Siklus II diperoleh nilai rata-rata 88,9.