Mengatasi Masalah Kesulitan Mengelola Emosi Marah dengan Teknik Cinema Therapy (Studi Kasus terhadap Satu Orang Mahasiswa) di STKIP AM
Abstrak
HASRIANTI, 2020. Mengatasi Masalah Kesulitan Mengelola Emosi Marah dengan Teknik Cinema Therapy (Studi Kasus terhadap Satu Orang Mahasiswa) Di STKIP Andi Matappa, Skripsi. Dibimbing oleh H. Muh. Basri dan Hasbahuddin. Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Andi Matappa. Penelitian ini menelaah Masalah Kesulitan Mengelola Emosi Marah dengan Teknik Cinema Therapy (Studi Kasus terhadap Satu Orang Mahasiswa) Di STKIP Andi Matappa Masalah utama penelitian ini adalah: (1) Bagaimana karakteristik satu orang mahasiswa yang sulit mengelola emosi marah di STKIP Andi Matappa? (2) Faktorfaktor apa yang menyebabkan mahasiswa yang kesulitan mengelola emosi marah di STKP Andi Matappa? , (3) Bagaimana dampak dari mahasiswa yang sulit mengelola emosi marah di STKP Andi Matappa ? dan (4) Bagaimana pengaruh teknik cinema therapy terhadap mahasiswa yang kesulitan mengelola emosi marah di STKIP Andi Matappa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : (1) Karakteristik satu orang mahasiswa yang kesulitan mengelola emosi marah di STKIP Andi Matappa, (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan mahasiswa kesulitan mengelola emosi marah di STKP Andi Matappa, (3) Dampak dari mahasiswa yang yang sulit mengendalikan emosi marah di STKP Andi Matappa dan (4) Pengaruh teknik cynema therapy terhadap mahasiswa yang kesulitan mengelola emosi marah di STKIP Andi Matappa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap 1 subyek penelitian yang merupakan mahasiswa semester VI Program Studi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di STKIP Andi Matappa. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik cinema therapy untuk mengatasi kesulitan mengelola emosi marah mahasiswa di STKIP Andi Matappa mempunyai pengaruh yang positif, karena hal ini didasari pada hasil observasi dan wawancara gambaran perilaku subyek penelitian, memiliki karakteristik yaitu karakteristik emosi marah yang terlihat saat SL sedang marah antara lawajah cemberut, mengerutkan dahi, hidung kembang-kempis, mata melotot, bersuara dengan nada tinggi, membentak dan meluncurkan makian (kata-kata yang menyakitkan bagi orang yang mendengarnya), tubuh terutama ujung jari begetar, tangan mengepal, leher kaku, denyut jantung meningkat, keinginan untuk memukul, melukai, merusak (orang atau barang yang ada disekitarnya), timbulnya rasa benci dan dendam serta keinginan memutuskan hubungan dengan orang yang membuat marah. Faktor yang mempengaruhi kesulitan mengelola emosi marah yang dialami oleh subjek yaitu disebabkan oleh kelelahan yang berlebihan, rasa rendah diri (menilai dirinya sendiri lebih rendah dari yang sebenarnya), dan pandangan dan kepercayaan terhadap lingkugan. Dampak / bahaya kesulitan mengelola emosi marah yang dialami oleh subjek penelitian antara lain : stress, insomnia, dipenuhi rasa penyesalan, merusak ketenangan pikiran, menghukum diri sendiri, merasa bersalah terhadap orang tua dan dihindari dalam keluarga. Dengan teknik cinema therapy yang telah diterapkan, subyek sudah mempunyai pandangan dan kepercayaan yang positif lingkungan dalam hal ini di lingkungan keluarga subjek, sehingga subyek mampu mengelola emosi marah.