Pengaruh Konseling Cognitive Behavior Therapy untuk Mengurangi Kebiasaan Siswa Nomophobia Behavior di SMP Negeri 1 Pangkajene
Abstrak
RISWANDI 2019, Pengaruh Konseling Cognitive Behavior Therapy Untuk Mengurangi Kebiasaan Siswa Nomophobia Behavior Di SMP Negeri 1 Pangkajene. Dibimbing oleh Bapak Putra Jaya dan Bapak H. Arifin Dia. Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Andi Matappa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana gambaran Nomophobia siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene ?, (2) Apakah Teknik Cognitive-Behavior Therapy (CBT) berpengaruh terhadap nomophobia pada siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene ?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui gambaran Nomophobia siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene, (2) Untuk mengetahui apakah Cognitive-Behavior Therapy (CBT) dapat berpengaruh terhadap kebiasaan Nomophobia siswa di SMP Negeri 1 Pangkajene. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, observasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 405 orang siswa, yang terdiri atas 200 lakilaki dan 205 perempuan. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 8 orang siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh konseling kelompok dengan teknik Cognitive behavioral therapy (CBT) terhadap perilaku kebiasaan siswa Nomophobia kelas VIII SMP Negeri 1 Pangkajene tahun pelajaran 2019/2020 berdasarkan perhitungan uji-z dengan perbandingan Zhitung > Ztabel (14,7 > 1,95). Artinya bahwa Terdapat pengaruh perubahan positif dan signifikan perilaku Nomophobia yang di alami oleh siswa melalui kegiatan konseling kelompok dengan Cognitive behavioral therapy (CBT). (2) Gambaran perilaku Nomophobia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pangkajene sebelum dan setelah diberikan Cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai pendekatan konseling kelompok berada pada kategori tinggi dan setelah diberikan Cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai pendekatan konseling kelompok berada pada kategori rendah. Artinya terjadi penurunan perilaku tingkat kebiasaan Nomophobia pada siswa setelah diberikan Cognitive behavioral therapy (CBT) sebagai pendekatan konseling kelompok.